Letter To You ..

“Nee , Kibum-ah ..”
“Mwo ?”
“Setelah kita dewasa nanti , apa kita masih bisa menjadi teman ?”
“Ya !! apa yang kau pikirkan Donghae-sshi ? Kau tentu sudah tau jawabannya !”

:: 10 tahun kemudian ::

“Nicee ! Thrree Point shoot yang keren , Kibum-ah !”
“Bagus ! kita maju ke kejuaraan nasional !”
Teriakan teriakan seperti itu terus membahana di lapangan ini. Sahabatku , Kim Kibum baru saja mencetak Three Point dan membawa tim sekolah kami ke babak kejuaraan internasional.

“awesome , Kibum ! Chukae ! kau membawa tim sekolah kita ke kejuaraan nasional !” ujarku bangga
“Wooogh ! kau lihat tadi , Donghae ??Aku BERHASIL ! Rasanya bagai mimpi aku bisa mencetak three pont dan membawa tim kita ke kejuaraan nasional !”
“Chukae , Snow White ..”
“Haissshh ! kau memberi ucapan selamat , atau mau mengolok ku ? Nee , kau tak lupa janji mu kan .?”
“wae ? Janjiku yang mana ? aku tak pernah ingat punya janji dengan mu ” ujarku berlagak lupa
“Haisssh ! Kau sudah seperti kakek – kakek saja ! yasudahlah , aku takkan permasalhkan lagi”
hahahahaa , sahabat ku ini lucu sekali kalau sedang cemberut
“arraseo , arraseo ! aku ingat ! Uljimmae , Kibum-ah !”
“mwo ?? aku tak menangis ,Babo !”
“Kajja ! kita makan di restoran murah saja ya . uabgku tak terlalu banyak untuk mentraktirmu makanan mahal” aku tertawa
“Donghae-sshi , Gwenchanayo ?” mimik nya berubah khawatir
“Yaa !! aku cuma bercanda Kibum-ah !”

“Kibum sunbae,kemarilah ! anak anak tim mau ngerayain pesta kemenangan ni!” ujar salah seorang dari tim Kibum
“aaah ! Mianhae , aku sudah ada janji dengan Donghae” ujarnya sambil menepuk bahuku
“Yaa !! kau pergi saja,Kibum-ah”
“hee ? tapi kau sudah..”
“Gwenchana ! sebenarnya aku juga ada janji sih . bseok atau lusa kan tentu kita bisa pergi bersama”
“ayolah , sunbae !” mereka tak sabar menanti Kibum
“Kalau begitu , aku ikut mereka dulu , Ok ?” Kibum mengacungkan jempolnya , aku hanya tersenyum
Kibum , Mianhae.. aku yang orang luar ini justru hanya mengganggumu

“YAA ! Lee Dong Hae !” suara ini amad sangat kukenal
“Kibum ??!”
“nanti aku akan menyusul mereka. saat ini aku ingin makan saja bersamamu. Aku khawatir kau tidak menepati janji nanti. Hahhahaa ”
aku hanya tersenyum. Aku dan Kibum adalah teman sejak kecil. Bagiku dia sudah seperti saudara sendiri. Aku selalu berdoa semoga hari hari seperti ini terus berlanjut , namun ..

“Ne, Lee Dong Hae , kau gantikan aku piket hari ini ya !” Kyuhyun , salah satu teman sekelas ku memohon kepadaku
“ya ..” kupikir tak ada salahnya sembari aku menunggu Kibum selesai latihan basket. Tanpa sadar ada seorang gadis yang memperhatikanku . Ahh , tapi aku tak perduli

“Aigoo ~ Yaa ! Lee Dong Hae , kau sedang apa disini ? menungguku kah?” Kibum meringis menahan tawa.
Huh , apakah aku seperti orang bodh karena tengah menunggunya ?
“yasudah kalau kau tak mau”
“hey .. aku tak bilang seperti itu. kau tunggulah sebentar , aku ganti baju dulu sekalian aku mau mengerjakan PR di rumahmu”
“Bilang saja kau mau nyontek”
“kau ini ! Hahhaa ”
“aku tunggu di luar , Ok ?”
“OK”

“Huhm belajar bersama ya ? memangnya bisa ?? Ya Kibum-ah , kenapa sih kau mau berteman dengan orang semacam itu ? menurutku sih penampilan dan prestasinya biasa saja. apalagi dia tak ikut club manapun. dia gak menonjol. dibandingkan dengan dirimu sih seperti langit dan bumi !”

aku mendengarnya ..
aku mendengarnya .. tak kusangka aku seperti itu di mata teman teman Kibum yang lain

BRAAANG !
Kibum memukul loker dengan keras .
“Kalian tak tau siapa Donghae sebenarnya . Jangan berbicara seperti kalian benar benar memahami dia !”

aku tak ingin mendengar lebih banyak lagi. Kuputuskan untuk menunggunya di gerbang sekolah.
kalau kupikir-pikir lagi , setelah kami tumbuh dewasa, aku dan Kibum makin sering di banding bandingkan. Lambat laun aku pun jadi tahu aku yang sebenarnya
Kibum populer, banyak disukai gadis gadis. Tak hanya jago olahraga, dalam bidang akademis pun dia adalah juara umum
sedangkan aku ?
aku hanyalah seekor ikan yang tak lebih dari apapun
aku seperti seekor ikan yang bermimpi terbang tinggi seperti elang , seperti dirimu , Kibum
apa boleh kalau kita terus bersama seperti ini ?
apa boleh , Kibum-ah ?
Kibum tak salah . Andai saja aku bisa menjadi seperti dirimu , Kibum . Walau hanya sedikit..

“Donghae , kenapa sudah disini ?”
“hehee .. Hey Ahjusshi kenapa kau lama sekali berganti baju ? seperti wanita saja ! hanpir saja kau kutinggal pergi ”
“mwo ? AHJUSSHI ? Haisssh !! Ne, Donghae , kau tak dengar apa apa kan tadi ?”
“Ok, hari ini akan ku traktir kau Kimbap !” aku berusaha mengalihkan pembicaraan
Kibum tersenyum. Aku suka melihat wajahnya ketika tersenyum
“Ok , karena aku yang menangm aku saja yang traktir kau !” Kibum memelukku

“mwoo ?? kalian jangan bermesra mesraan seperti itu di tempat seperti ini ! memangnya kalian ini homo ?”
“Shin Ki-ah !” ujar Kibum
“Oppa, Ini formulir beasiswa universitas untukmu. Siwon songsaenim menitipkannya padaku”
“Mwo ? gomawoh. Kau tak pulang jam segini ?”
“Aniyoo, aku ada latihan balet”

Shin Ki gadis yang cerdas , sama seperti Kibum . Dia populer di sekolahku karena prestasi dan wajahnya. di sekolah ini pun mereka di gosipkan berpacaran

“Donghae sunbae , annyeong ~” dia menyapaku
“Han Shin Ki  imnida, Sunbae”
“Ne,Lee Dong Hae imnida” ucapku sambil menjabat tangannya . Anak yang ramah dan cantik pikirku
“Oppa, Donghae sunbae, aku kembali berlatih dulu , ok ” ucapnya kepadaku dan kibum
“annyeong Shin Ki”

“apa kau berpacaran dengan Shin Ki ?” ujarku ditengah perjalanan kami
“mwo ? Aniyoo .. kalaupun iya , aku pasti akan menceritakannya padamu. Tak ada rahasia diantara sahabat kan ?” wajahnya sangat serius
“Haha .. iya , iyaaa ! wajahmu jangan tegang !”

:: Rumah Donghae ::

karena telah mengerjakan PR , Kami memutuskan untuk bersantai sejenak
“Kibum , kau mau minum teh ? mau makan malam juga ? atau kau mau delivery ga?”
“Eeehh ?? kalau begitu , aku menginap saja hari ini ?”
“jeongmal ??”
“tentu ! ngomong ngomong , tumpukan buku dikamarmu makin banyak ya. Hey Donghae, kau menulis novel ya ?” ujar Kibum setengah berteriak sembari mengacungkan sebuah buku
“mwo ?? jangan kau baca , Kibum ! jelek tau !”
“Apa ini ?? kau mendapatkan penghargaan penulis pendatang baru segala . kenapa kau tak bercerita kepadaku ?”
“Hey jangan dibaca. kau boleh membaca setelah menang lomba basket nasional !”
“ok , aku akan sangat menunggu saat itu”

“Nee , Donghae..”
“mwo ?”
“Shin Ki itu .. Hmm.. Ga jadi deh. Sepertinya aku merasa kalu akhir akhir ini dia selalu ada di sela sela kita berdua ya ?”
“Ehhh ??” aku bingung
“”hahaha ! Lupakan. Hey Donghae , kau ingat padang rumput tempat dulu kita biasa bermain ? aki ingin kesana besok denganmu . Bisakah ?”
“tentu Kibum-ah ! aku juga kangen ingin kesana”

:: esoknya ::

“Hebaaaat ~ Tak ada yang berubah ya ! waktu kita kecil , aku suka tiduran disini sampai malam. sampai orang tua ku mencariku dan memanggil polisi . dulu itu heboh banget ya ? kau ingat kan ?” Kibum bersemangat sekali
Aku tertawa mendengar celotehannya ,
tiba tiba dia menarik tanganku .

“Donghae-sshi , karena sudah terlanjur malu , boleh aku mengatakan sesuatu ?” wajah Kibum tertunduk
“apa Kibum-ah ?”
matanya menatap mataku dalam dalam ..
“Itu . ehmm .. Donghae , teruslah jadi sahabatku , ya ? biarpun sudah menjadi dewasa , menjadi tua , menjadi kakek kakek , teruslah jadi sahabatku .. Bisakah aku memohon ini kepadamu , Donghae ?”
“Tentu saja , Kibum-ah !” uajrku sambil memeluknya
aku terharu , aku bahagia , itu adalah saat saat yang sangat menyenangkan, namun lusanya ..

aku melihat Kibum dan Shin Ki tengah tertawa dengan cerianyadi sebuah Kafe. padahal hari ini Kibum berkata tak bisa menemani ku ke toko buku karena ada latihan basket.
Kibum , kau bilang tak ada rahasia diantara sahabat
namun kau seperti ini sekarang ?
Bathin ku sesak

:: Esoknya di sekolah ::

Aku terduduk di taman, tiada Kibum yang menemani hari ini. Aku menatap langit lekat lekat. Aku menghela nafas. Aku memang tak kan pernah bisa terbang tinggi di langit seperti mu Kibum. Terlalu banyak perbedaan diantara kita . terlalu banyak rahasia juga

“Hey ! Katanya kemarin Shin Ki dan Kibum pergi kencan ya ? ternyata memang benar jadian ya ! si Donghae sudah tau kan ? Hahahaa .. dikhianati ya ? ternyata pacar memang lebih penting dari sahabat ya ? Aku mendengar beberapa siswa tengah mengobrol
DHEEEG !
aku merasa terluka
Ah , Kibum. andai saja kau mengatakan yang sejujurnya padaku. Kau bilang kita sahabat , tapi kenapa begini ??

:: pulang sekolah ::

“Lee Dong Hae ! Tunggu , kau kenapa si ? kau aneh banget hari ini ?” Kibum berteriak sambil berlari ke arah ku yang sudah ingin masuk ke rumah. Dia menyodorkan secarik surat kepadaku
“Apa ini ?” tanyaku datar
“Hehee .. ini pem-be-ri-ta-hu-an ! kau harus baca ! yasudah , aku kembali dulu ke sekolah, aku masih ada latihan untuk kejuaraan. kutunggu jawaban mu!” ujrnya sambil tertawa

aku sudah tak perduli lagi Kibum
Sudah tak perduli ..

CKIIIIT … !!!
BRAAAAAAAAAK !!

“Tolong , ada pemuda tertabrak !!”
“panggil ambulance !!!”

Tidak !
ini tak mungkin !!

tidak , ini bohong
aku masih tak percaya dengan apa yang kulihat dihadapan ku. saat ini dihadapanku , ada sebingkai foto Kibum .
sahabatku , Kim Kibum , telah meninggalkan ku untuk selamanya
hal ini , pasti BOHONG !!

“keterlaluan , kenapa harus Kibum ?!”
“waktu itu dia bolos latihan club m karena ada urusan dengan mu , Lee Dong Hae ! lalu terjadilah hal ini !!”
“Ini semua karena berteman denganmu !”
“Gara gara kau !”
“lebih baik , kau saja yang mati !!”

aku hanya terdiam
apakah ini semua adalah salahku ?
apa lebih baik kalau aku saja yang menggantikannya ?

hari ini sepulang sekolah , tanpa sadar aku berjalan ke arah jembatan penyebrangan yang jarang dilalui oleh banyak orang.
benar juga , orang spt aku ini , ada ataupun tiada , tidak akan menguntungkan siapapun
apa kau tak merasa seperti itu ?
kenapa kau mau jadi sahabatku ?
apa kau sungguh sungguh menganggapku sahabat ?
lebih baik , kalau aku menghilang saja !
aku hendak ingin meloncat dari jembatan dimana di bawahnya begitu banyak kendaraan yg melaju dengan kencangnya

DEGGG !!
tidak ! aku takut !
“dasar anak bodoh ! untuk mati saja , kau tak mampu !” bathin ku sambil menangis
tiba tiba aku merasakan sesuatu di kantong celanaku
ternyata surat dari Kibum
“Surat dari Kibum ? hanya untuk ini , Kibum sampai harus …” aku mulai membacanya

Untuk sahabatku , Lee Dong Hae ..

Donghae , jeongmal mianhae ..
akhir akhir ini ada yang kurahasiakan darimu
aku menemui Shin Ki , tanpa mengatakannya padamu
itu semua karena ..
karena aku menyadari perasaan Shin Ki padamu
Shin Ki itu .. yaaah dia itu menyukaimu lho !
aku tak bisa menahan diri untuk tak memastikannya
akhirnya dia mengaku juga , Donghae !

“jadi Kibum dan Shin Ki itu tak berpacaran ??! ” aku terkejut setengah mati , kulanjutkan kembali membaca surat

YAA ! Donghae !
aku senang sekali !
karena ada orang yang menyadari kebaikanmu secara tulus selain aku
kebaikanmu itu ..
kau sangat memperhatikan perasaan orang lain
lalu , meski kau merasa tersakiti dan dirugikan , kau tetap tersenyum
hanya saja , semoga kau tak lebih tersakiti lagi dengan kebaikan mu itu
jangan kau sembunyikan perasaanmu
peliharalah baik baiik perasaanmu itu
Shin Ki gadis yang baik. mungkin kelak akan menjadi kekasihmu , namun kumohon Donghae ..

Tetaplah menjadi sahabatku ..

kau ingat janji kita di padang rumput waktu itu ??
itu adalah janji yang paling penting yang pernah kubuat seumur hidupku
aku menyayangimu , sahabatku
kumohon kau jangan berubah , setelah kaku membaca surat ini .

sahabatmu ,
Kim Kibum

AAAAAAAAARGHH !!
aku berlari sekencang kencangnya
Kibum , bagiku juga ! itu adalah janji yang paling penting
BAGIKU JUGA !!
seharusnya aku lebih mempercayaimu , Kibum !

aku terhenti berlari , kupandangi sekitarku
ini adalah .. padang rumput tempat kita !
aku berteriak sekeras kerasnya

seharusnya aku lebih terbuka menyampaikan perasaanku padamu
kenapa aku tak mengatakannya , sebanyak banyaknya ??
AKU SANGAT MENYAYANGIMU , KIBUM !!

Kibum ..
ada banyak hal yang ingin kusampaikan padamu
bermacam macam perasaan
bermacam mcam kenangan
mungkin ini akan menjadi surat balasan yang amat sangat panjang , namun ..
apakah kau akan membacanya sambil tertawa dan berkata ..
“Donghae-sshi ! ini kepanjangan tauu !!”
Kibum , aku sayang padamu ..

:: 5 Tahun kemudian ::

“AAAh ! aku suka buku yang ini !” seorang gadis SMA berteriak dengan temannya di salah satu toko buku.
“aku suka buku ini . cerita persahabatan yang seperti ini yang aku impikan ! aku ingin persahabatan yang seperti ini”

Shin Ki menatap buku yang di maksud oleh sang gadis dan mengambil salah satu dari rak buku
ia menggenggam buku itu
tertulis :
“Buku yang meraih penghargaan penulis pendatang baru !
Letter To you – Lee Dong Hae”
Shin Ki tersenyum , matanya berkaca kaca
“Nee Kibum oppa , Donghae oppa sangat menyayangimu ..”

seorang pemuda tengah berbaring di hamparan rumput yang hijau
baginya tempat itu adalah tempat kenangannya
matanya tajam menatap langit
seolah tengah berbicara dengan sang langit

Hey Kibum-ah !
apa kau masih ingat ?
novel yang kau temukan dulu , ternyata di terima !
karena itu , “SURAT UNTUK KIM KIBUM” berubah menjadi sebuah buku
dan spertinya , banyak orang yang membaca

Kibum , apa kau baik baik saja ?
tunggu aku disana ya ..
mungkin setelah aku dewasa
mungkin setelah aku telah berubah menjadi kakek kakek
aku tak kan pernah melupakanmu seumur hidupku
TAK AKAN pernah , Kibum !
karena kau adalah ..
SAHABATKU ..

I was so fortunate to be able to meet you
because you’d make me smile by just being near
I could find you even if you go far away over there,
because you’re smiling inside of me

I promise, I swear under the heavens.
I’ll pray beneath the moon to never make you cry.
(Believe – Super Junior)

Nee Kibum , apa kau dengar ?
ini adalah perasaan persahabatan untukmu yang bermukin di lubuk hatiku , sepanjang hidupku ..

ini ff nya dpt inspirasi dari salah satu manga jepang *aku lupa judulnya* , yang pasti aku SUKA BANGET sama ceritanya :))

Advertisements
Posted in Uncategorized | Leave a comment

My Lovely Motorcycle

Disuatu siang yang tengik , eh terik denk maksudnya Nampak seorang pemuda tengah berlari dengan kencangnya menuju rumahnya di kawasan Pondok Gede (ini sih rumah gue). Seperti Ade Rai yang baru minum Extra Joss,dia membuka pintu dengan heroiknya

“APPAAAA ~ !!”
“Mwo ?? kenapa kau berteriak-teriak seperti itu , Kyuhyun ??”
Leeteuk teukiee teukiieee appa nya Kyuhyun yang sedang membaca Koran harian KOMPOS Nampak bingung melihat anaknya histeris kayak ayam ketelen karet.

“Appa ! pokoke aku mau motor ba(r)u uuu!!”
“Lha ? itu kan ada Mio di belakang , Kyu” jawab Teukie tanpa mengalihkan pandangan matanya dari Koran
“AAAHH ! Mio mana macho !! aku mau motor Honda Mega-Pro kayak punya nya Kibum Hyung !!”

“Ini anak bawel amad minta gue sumpel kangkung deh !” bathin Leeteuk

“Jangan donk sayaaang, appa takut nanti kamu kenapa-kenapa. Motor Mega-pro sama badan kamu aja , gedean motornya, beibii”

“Aslinya sih gue udh gaada hepeng lagi buat beliin si Kyu motor megapro. Cicilan kredit penggorengan ‘Happy Call’ yang gue beli dr iklan di tipi aja msh belon lunas” Teukie bicara dalam hati

“ahhh , appa aku mau , mau , mau , mau , mau , mauuuuuu !!!” ujar Kyu sambil guling-gulingan di lumpur (?)
“Memangnya kamu bisa apa nyetir (?) motor ?”
“BISA !” jawab Kyu asal
“Yowes, nanti appa mecahin celengan ayam appa dulu ya buat beli megapro. Tapi kamu harus janji buat rajin belajar , jgn pacaran sm PSP terus. Buat sementara,kamu make Mio dulu sana. Kan appa juga baru beli tuh motor. Sayang beud kalo ga di pake”
“aseeeek dah ah ! Emang bokap gue itu paling TOP markotop !”
Kyu segera melesat ke ruang keluarga dan menyambar kunci motor yang tergeletak di meja. Sekarang tujuan Kyu adalah …
PAMER meeeen !!
Buat apa coba punya barang baru tapi kaga pamer ? *itu fakta*

“Hualoooooww , bisa pada ngumpul di lapangan basket komplek gue kaga jam tiga nanti ? penting be-ge-te ni guys !”
“Mwo ? emangnye ada apaan sih ?”
“Pokoke ngumpuuuul ~ !”

:: Lapangan basket ::

Teman-teman Kyuhyun yang tak lain Kibum,Donghae,Eunhyuk,Heechul,Hangeng,Ryeowook,Yesung,Kangin,Shindong dan Sungmin *ahelaah ini si gue sama aja nulis semuanya* datang menghampiri Kyuhyun
Kyuhyun sudah berpose dengan motornya diiringi hembusan-hembusan angin yang gatau datengnya dari mana. Dibelakangnya Nampak ‘penari –penari latar’ yang wara wiri yang ga lain ga bukan adalah BEBEK ! iya bebek ! Makhluk yang congor nya aneh , bau , suka makan cacing dan hobby maen lumpur itu lho ! banyak banget berkeliaran di lapangan basket *wow*

“Yaikkkss ,pemandangan yang menjijikkan !” Donghae bermimik ingin muntah

“jadi sebenernya lo mau ngapain nyuruh kita-kita pada kesini ?” Eunhyuk mulai nanya-nanya
“Liat donk meeen ! motor gue baru neh !” ujar Kyu dengan tanpa mengurangi pose cover boy nya
“Ck..ck.. Kyuhyun , Kyuhyun ! emang mantep deh lo ! udah cakep , pinter , punya motor baru pula ! yaaa walopun Cuma Mio sih” bathin nya sambil senyam senyum geje

“Ngapain deh lo senyam senyum sendiri ?” Sungmin ngibas-ngibasin tangannya ke muka Kyu
“Eeeh ?? aniyoo .. gimana ? lumayan kan motor gue ??” bangga nya sambil (tetep) berpose keren
“Lumayan sih, tapi lo bisa kan nyetir (?) motor ?” Kibum nanya
“itu …”
“bisa kaga ?”
“itu …”
“bisa kaga lo ??”
“…….”
“WOY !!”
“…….”

“Jadi lo KAGA BISA naek motor ???? Terus lo ngapain beli motor ?? ngabis-ngabisin duid bokap lo aja sih coooooong ???!!”
“Hyung-hyung sekalian , daripada lo semua marah-marah dan muka lo kayak orang ga BAB 3 taon gitu , mendingan elo elo semua ajarin gue. Muka lo yang pada ganteng-ganteng , yaaaa tapi masih tetep gantengan gue sih , gue tau itu, udah pada mulai berubah kayak hanoman tuh Hyung !”
“yaudah, sini gue ajarin. Lo sering liat gue naek motor kan ?” Kibum menawarkan diri
“Ehmm .. hmm .. iya Hyung” jawab Kyu ragu-ragu
“yaudah deh , karena gue lelaki yang baik hati nan tampan, jadi gue ajarin
“arraseo hyung ..”

Kibum pun menyuruh Kyuhyun untuk naik motornya , disusul dengan Kibum yang duduk di belakang Kyuhyun

“lo ngerti kan caranya nge-gas ??”
“ngerti Hyung”

Tapi para teman-temannya masih ga yakin sama omongan ‘Ngerti Hyung’ nya Kyuhyun. Mereka nempelin jimat , stiker Dora , bacain mantra , Al-Fathihah dan shalat Tahajud (?) demi keselamatan Kibum yang udah di ujung tanduk di tangannya Kyu

“kalo lo ngerti caranya nge-gas , coba deh sekarang gas. chankanman ! gue mau benerin posisi pantat dulu” kata Kibum

“namun naas , nasi sudah menjadi dubur,malang tak dapat ditolak. Kyuhyun ga ngedengerin omongannya Kibum. Dia maen gas bae, Kibum baru ingin meletakkan pantatnya di jok

“UAAAAAAAAAAAARRRGG HH!! Pantat gueee !! Ummaaa ! Huweeee !!”
Teriak kibum sambil megangin pantatnya yang tepos karena landing langsung di aspal. Sukses meeeeen ..

Sedangkan Kyu ?
Dia sukses ngendarain motornya
chankanman ! sukses ??
Seorang Kyu bisa naek motor ???
Berarti ..
Berarti ……..

DUNIA AKAN KIAMAT !!!

Para power ranger jadi-jadian kita yang ga laen , ga bukan , Donghae , Eunhyuk , Heechul , Sungmin dan Hangeng berlari dengan gerakan selauw mosyen (baca : Slow Motion) dengan diiringi lagu ‘GO GO POWER RANGER’ dan ‘We Will Not Go Down’ yang disetel dari radio yang di bawa Yesung *niat banget*
Mereka terngiang omongan Teukie ,
“Jagalah motorku , wahai kalian para pemuda penerus bangsa …”
Di belakangnya , Kibum yang masih tersungkur teriak-teriak make Toa. Iya ! Toa ! itu lho , alat yang kayak corong. Biasanya di pake untuk senam manula di komplek gue pas sore-sore. *itu fakta*

“Tim Densus 88 (lho ??) bloking area dengan benar ! laksanakan misi yang di beri oleh Teukie ahjusshi dengan baik !”
“Roger that , captain Kibum !” power ranger jadi-jadian kita mulai beraksi

“TOLOOOOONGG !! GUE MAU MATIIIIII … !!!”
Kyuhyun panic separah-parahnya. Didepannya menganga parit berisi comberan yang baunya Allahu Akbar, mantep meeeen ..

Rasa takut Kyuhyun lebih gede daripada rasa sayangnya sama motornya. Dia pun meloncat dari motor, lalu guling-gulingan di aspal
Motornya ?
Jangan ditanya ! nyungsep mameeeen !

“Huweee tangan gue berdarah ! hyung , tolooong !!”
Tapi para power ranger jadi-jadian kita tak menghiraukannya. Mereka ikutan nyebur ke selokan untuk menyelamatkan motor. Mereka bahu membahu ngangkat tuh motor

“BUSEED !! parah ! sumpah ini parah ! PARAAAAH ya Allaaaah ! *lebay amad* lampu depannya pecah ! ini sih harus sekalian beli sama ‘rumah’ nya !!” Donghae ngutak ngatik motornya dengan muka pucat
“Gue telepon Teukie ahjusshi dolo !” Ujar Hangeng
“Hwanjerrrr ni motor bau beud spitenk !!” Eunhyuk nyumpel idungnya
“AAAARGHH ! Roda nya bengkok ! ini pasti karena ngehantam got !” Heechul teriak dengan lebay
“Ihhh ! joknya banyak lumpur apaan nih ??!” Sungmin ga kalah panic

“WOOOYY !! kalian tega sekaliiiiiiiiiiii !! aku disini luka-lukaaaaa !!”
Kyuhyun ngosrek-ngosrekin kaki ke tanah , tapi ga ada yang merhatiin dia. Para hyung nya sibuk ngbersihin tu motor make aer keran yang ada di sudut lapangan

“Asem !! gue di kacangin ! lo semua ya .. %$&*)(!@_)%^#$@??!! “
Kyuhyun kesal setengah idup

Para Hyung nya ngangkat motor itu selayaknya upacara penguburan militer.
Teukie pun telah tiba di lapangan
“ANDWAEEEEEEEEEEE ~ !!!” Teukie menitikkan air mata dan menutup mulutnya semanis dan seimut mungkin

“APPAAAA !!! kau datang menolongku !” Kyuhyun berlari menuju appa nya diiringi lagu Way For Love nya Super Junior *sapa yang nyetel itu lagu ? Yesung lagi kah?*
Tapi appa nya malah ngejorokin Kyu dan segera berlari menuju motornya

“HUWEEEE !! motorku sayang ! kasian kau naaaaaaaaak !!”
Teukie memeluk motornya dan menuntunnya pulang di kawal oleh para power ranger kita

Kyuhyun ?
Dia masih guling-gulingan di tanah lantaran bokapnya lebih sayang sama motornya
Poor Kyuhyun xD ~

—-

Posted in Uncategorized | 1 Comment

The Spring and The Bus Stop

Aku bertemu dengannya di musim semi,dimana bunga-bunga bermekaran.

Begitu pula dengan hatiku..

Cinta pertamaku ..

***

Ini hari pertama aku masuk sekolah di SMA baru ku,tepat ketika bunga-bunga sedang bermekaran menyambut musim semi. Keluarga ku pindah ke Seoul seminggu yang lalu. Sedangkan aku sendiri baru saja menduduki bangku SMA.

Seperti yang telah diperintahkan oleh Appa ku,aku berangkat sekolah dengan menaiki Bus. Tapi sayang aku melewatkan Bus yang melalui sekolahku dan ini membuatku harus menunggu sedikit lebih lama lagi. Disana,aku melihat dia sedang duduk dan tertawa bersama 2 orang temannya.

Entah mengapa jantungku berdetak lebih cepat ketika melihat wajah innocentnya. Saat kulirik,dia memakai seragam yang sama denganku. Berarti dia juga murid sekolahku.

***

Benar,dia ternyata memang satu sekolah denganku. Namun sayang,ternyata dia adalah sunbae ku. Aku sering memperhatikan dia dari dalam jendela kelas ketika dia melewati lapangan atau sekedar hanya bercanda bersama 2 temannya itu. Tubuhnya lebih mungil daripada 2 orang temannya. Wajahnya innocent tanpa dosa. Gerak tubuhnya menarik perhatianku. Senyumnya merekah tanpa beban. Rambutnya tertiup lembut menambah pesona dirinya. Aku tidak begitu mengerti apa itu artinya cinta. Aku merasa ini adalah pengalaman cintaku yang pertama. Ya , dia adalah cinta pertamaku.

***

Aku selalu menantikan dimana pagi ketika aku berangkat ke sekolah. Dia,biasanya sudah duduk manis menunggu 2 temannya. Aku hanya melihatnya diam-diam,meliriknya dan mengaguminya dalam hati. Jantungku berdegup sangat kencang ketika menatap dirinya,aku takut suara degupan ini terdengar di telinganya. Dia tersenyum manis ketika orang-orang menyapa dirinya.

“Hey,sudah lama menunggu?”

Aku melirik suara yang dimaksud. Ternyata temannya yang betubuh paling tinggi yang menyapa dirinya

“Belum. Baru saja. Dimana Donghae?”

“Sedang dalam perjalanan kesini” ujar temannya

“Kyuhyun,kau tidak lupa mengerjakan PR kan?”

“Hahaha tentu tidaaaaak ! Jangan remehkan aku sekalipun aku suka bermain game !”

“Wooy,maaf ni telat. Pada nungguin gue ya?” aku meliriknya. Ternyata temannya yang satu lagi yang datang. Dari pembicaraan yang aku dengar tadi,aku menerka dialah yang bernama Donghae.

“Ga kok. Syukurlah kau datang lebih cepat. Bus sekolah sudah tiba tepat waktu”

Aku yang menyadari kedatangan Bus,langsung buru-buru menaikinya tanpa mengecek apapun.

***

“dimana benda itu kuletakkan ??”

Aku bergumam pada diriku sendiri. Bergumam dalam kepanikan. Bagaimana tidak ? Gantungan kelinci kesayanganku hilang entah kemana

“Shin Ki,cepat turun dan bersiap-siap. Kau hampir telat sayang” Eomma sudah memanggilku untuk bersiap ikut sarapan dengan yang lainnya. Aku pun memutuskan menyerah untuk mencari nya pagi ini. Sore nanti aku akan mencari nya lagi sepulang dari sekolah.

Dengan terburu-buru aku menghabiskan sarapanku dan segera melesat keluar menuju halte bus. Berharap pujaan hatiku belum berangkat mendahuluiku.

Dengan nafas terengah-engah,akhirnya aku tiba di halte. Dia sudah duduk manis sambil sesekali tersenyum kepada yang menyapanya. Aku segera mengambil posisi berdiri di pinggiran halte. Sebagaimana aku biasa menunggu bus sekolah. Kulirik dia,dia tersenyum padaku. Rasanya wajahku akan meledak dan memerah saking tak kuatnya aku menahan rasa bahagia ini

“Agashi,apakah kau tidak merasa kehilangan sesuatu?” ujar seseorang yang menepuk lembut bahuku. Aku membalikkan badan dan ternyata dia adalah pujaanku. Entah bagaimana ekspresiku saat ini.

“ah, ehh ??”

“sepertinya kau menjatuhkan ini kemarin” dia menyodorkan gantungan kelinci ku yang sedari tadi kucari-cari

“mengapa ada denganmu?”

“haha,jangan berpikiran yang macam-macam dulu. Kemarin kau terlalu terburu-buru ketika menaiki Bus. Gantungan milik mu terjatuh ketika kau menaiki bus,sehingga aku mengambilnya. Tadinya aku mau mengembalikannya di sekolah karena kulihat kau memakai seragam yang sama denganku,tapi sayangnya aku tidak tahu kau kelas berapa dan namamu siapa” ujarnya lembut

“kenalkan,aku Lee Sung Min, kelas XII” sambungnya lagi sambil menyodorkan tangannya dan tersenyum sangaaaaat manis

“aku Han Shin Ki,kelas X” ujarku dengan suara bergetar dan tangannya yang juga ikut gemetaran

“salam kenal.” Ujarnya yang diikuti oleh anggukan kepalaku

“Minnie,kami baru telat dikit aja,kau sudah kenalan dengan gadis manis” ujar temannya yang ternyata sudah datang

“hahaha mianhae. Aku tadinya hanya mau mengembalikan gantungan kunci nya yang terjatuh kemarin. Shin Ki-sshi,kenalkan,mereka ini teman-temanku..” ujarnya sambil mempersilahkan teman-temannya

“aku Cho Kyuhyun,kekasihnya Lee Sung Min” ujar pemuda yang bertubuh paling tinggi

“jangan ngawur ! aku masih normal !” tandas Sungmin,aku hanya tertawa

“aku Lee Dong Hae. Aku yang paling waras,tidak homoan seperti mereka” ujarnya tertawa yang kemudian disambut oleh jitakan dari Sungmin dan Kyuhyun

“Kau adik kelas kami kan? Aku pernah melihatmu di perpustakaan dengan anak-anak kelas X lainnya” ujar lelaki yang tadi memperkenalkan diri bernama Donghae

“Nee Sunbae”

“haish,tidak usah panggil Sunbae. Cukup panggil kami Oppa saja” balasnya

Aku hanya tersenyum dan mengangguk. Aku melirik Sungmin dan dia tersenyum padaku.

***

Karena peristiwa pengembalian gantungan kunci itu,aku bisa jadi lebih dekat dengan Sungmin juga 2 temannya. Kami sering menghabiskan waktu bersama .

Tak terasa Sungmin dan teman-temannya akan menghadapi ujian akhir di SMA. Ini saat yang menentukan dimana kelak dia akan menentukan ingin masuk universitas mana. Sejauh ini Kyuhyun dan juga Donghae sering menceritakan cita-cita mereka,sedangkan Sungmin lebih banyak diam dan hanya ikut tertawa.

Hari penentuan mereka akhirnya tiba. Ujian sudah didepan mata. Kami memutuskan untuk tidak bermain terlebih dahulu dan mereka focus pada ujian mereka. Hari berganti. Musim sudah memasuki Musim semi,tepat seperti tahun lalu. Musim dimana pertama kali aku bertemu denganya. Pengumuman kelulusan telah keluar dan kami mendapati kabar gembira karena mereka bertiga lulus ujian dan bisa melanjutkan ke Universitas.

“Sabtu besok kita senang-senang. Shin Ki kau jangan lupa datang ke café tempat biasa kita main” ujar Donghae. Aku hanya mengangguk dan melirik kearah Sungmin. Kulihat dia tersenyum dan menggandeng tanganku membuat jantungku makin berdebar.

Setahun sudah cukup bagiku menyimpan rasa ini. Aku ingin sekali mengungkapkan rasa ini agar tidak ada lagi yang mengganjal di hati ku. Apapun jawabannya nanti,aku ingin dia tahu.

Hari ini aku memakai pakaian terbaikku. Berdandan secantik dan serapih mungkin. Kyuhyun sudah menjemputku. Dia memujiku cantik. Aku hanya tersipu malu dan berharap Sungmin juga akan memuji ku seperti itu.

“Yang lain sudah ada di café. Mereka pasti kaget melihat kau cantik seperti ini” ujarnya

Tanpa terasa aku dan Kyuhyun sudah tiba di café tujuan kami. Aku memasuki ruangan dimana sudah ada Donghae dan Sungmin didalamnya. Mereka tampan,terlebih Sungmin.

“Kau cantik. Sungguh” ujarnya lirih ketika dia duduk disampingku

Aku tersenyum dan menutup wajahku menahan malu

“hmm,sepertinya ini akan jadi acara kumpul-kumpul terakhir kita. Aku tentu akan sangat merindukan saat-saat seperti ini. Ada aku,Donghae,Sungmin dan juga Shin Ki” ujar Kyuhyun sambil meneguk minumannya

“Maksudmu Oppa ?”

Aku semakin tidak mengerti dengan apa yang dibicarakan olehnya

“Shin Ki,masa kau tidak tahu ? Sungmin mau melanjutkan kuliah ke Jepang. Minggu depan dia berangkat” ujar Donghae

Aku menatap Sungmin nanar. Dia hanya tersenyum miris padaku

“Maaf,seharusnya aku lebih cepat memberitahukannya padamu ya” ujarnya sambil tersenyum dipaksakan

“hey,mana Hye Bin ? Belum datang ?” tanya Kyuhyun pada Sungmin

“Belum. Tapi tadi dia sms sudah mau sampai sini” ujar Sungmin sambil tetap menatapku

“Hye Bin ?? Siapa dia ?”

Aku bertanya-tanya dalam hati. Menerka-nerka siapa Hye Bin itu.

“Oppaaaaa maaf aku terlambat !” Ujar seorang gadis di ambang pintu sambil menghela nafas. Sedetik kemudian dia sudah menuju kearah kami dan merangkul ..

Sungmin ..

“Aigooo.. duduklah dulu,istirahatlah,kau pasti lelah lari-lari kesini.” Ujar Sungmin sambil menyeka keringat si gadis.

“jangan memaksa kami melihat adegan mesra kalian ! Membuatku muak !”  Donghae berlagak ingin memuntahkan sesuatu

Aku semakin tidak mengerti akan semua ini. Wajah bingungku mungkin terbaca oleh mereka.

“Shin Ki,ini Hye Bin. Dia seumuran denganmu. Sama-sama kelas X. dia tunanganku ..” Ujar Sungmin lirih

“dan dia kelak akan ikut aku ke Jepang nanti..” sambungnya

Rasanya seperti langit runtuh di kepalaku. Aku merasa sesak di dada yang teramat sangat. Perih sekali. Air mataku sekarang benar-benar ingin menghambur keluar. Pupus sudah harapanku untuk menyatakan perasaan padanya dan menjadi miliknya.

“Oppa,aku sedikit tidak enak badan. Mungkin kebanyakan minum. Bisakah aku pulang lebih dulu?”

Ujarku sambil beranjak dari tempat dudukku

“tapi pesta farewell kita baru akan dimulai,Shin Ki” ujar Donghae sambil menarik tanganku

Kyuhyun yang mungkin bisa menebak perasaanku yang sedang kacau akhirnya melepaskan tanganku dari pegangan Donghae

“Biar aku antar” ujarnya

“Tidak usah Kyu oppa. Aku bisa pulang sendiri” ujarku sambil berlalu. Tapi dia tak menghiraukannya dan melah membuntutiku. Aku melihat sekilas kearah Sungmin. Dia menatapku lekat-lekat sebelum akhirnya sosoknya menghilang tertimbun air mataku yang mengalir.

“Shin Ki,tunggu !”

“Oppa tidak usah mengikuti ku !!” ujarku ketus pada Kyuhyun yang mengikutiku

Dia menarik lenganku

“Kau kenapa ?” Tanya nya

“aku tidak apa-apa..”

“Kau tidak dapat membohongiku. Aku bisa baca dari matamu. Kau suka sama Sungmin ya ?”

Aku tidak bisa menjawab pertanyaannya dan malah menghambur ke pelukannya. Menangis sekeras-kerasnya. Luka dihatiku benar-benar perih sampai aku tak bisa menahannya.

“Menangislah. Jangan ditahan. Bagi sedikit lukamu padaku agar kau tak terlalu merasa sakit walau aku tahu hal seperti ini kurang kumengerti” ujarnya sambil membelai lembut rambutku

“Kalau kau mencintainya,jangan buat dirimu menyesal. Katakanlah padanya sekalipun tidak dapat merubah apapun..” sambungnya lagi

Aku menatap wajah Kyuhyun ,dia tersenyum dan menyeka air mataku.

***

Aku menekan tuts di ponselku. Menekan tombol yang sudah kuhapal. Aku bertekad akan mengatakannya. Aku tidak ingin membuat penyesalan dalam hidupku.

“Halo .. “ aku mendengar suaranya yang lembut

“….”

“Shin Ki,kenapa ? aku tahu ini kamu..” ujarnya

“Oppa,aku minta maaf soal kejadian kemarin. Seharusnya aku tidak meninggalkan pesta begitu saja.”

“hahaha,kau masih kepikiran sampai meneleponku ? jangan terlalu dianggap pikiran Shin Ki..”

“Oppa,aku boleh bicara satu hal ?”

“Hmm.. boleh. Apa ?”

“aku tahu aku salah. Tapi aku mohon maaf padamu sebelumnya”

“iya,katakanlah..”

“Oppa,aku sejak dulu menyukaimu. Sejak pertama kita bertemu di halte bus itu. Sejak bunga pertama mekar dengan indahnya di Musim semi. Aku sudah menyukaimu yang duduk sambil tersenyum manis pada orang-orang yang menyapamu. Menyukaimu yang selalu duduk menanti temanmu datang. Aku selalu memperhatikanmu ketika di sekolah. Aku selalu menanti pagi hari dimana aku biasa berdiri menunggu bis dan melirikmu yang tengah duduk sambil tersenyum. Aku menyukaimu dengan seluruh yang ada pada dirimu. Aku menyukaimu. Sangat menyukaimu… Kau cinta pertamaku ..”

Akhirnya aku mengatakannya. Seluruh perasaan yang ingin kuutarakan selama setahun ini. Aku terdiam menahan tangis namun sayang tangisku pecah dalam keheningan

“Shin Ki-ah jangan menangis. Aku sangat berterima kasih atas perasaanmu. Kau tahu ? Aku juga selalu menantikan pagi hari dimana aku biasa duduk menunggu bus. Aku selalu menanti dan melirik kearah yang sama. Ke arah gadis yang berdiri menunggu bus sambil sesekali melihat ke arahku. Aku terpesona oleh dirinya. Aku sangat ingin menyapanya terlebih kulihat kau mengenakan seragam yang sama denganku. Aku selalu menanti hari dimana aku bisa menyapa dirinya. Sampai kejadian itu datang. Gantungan kunci miliknya terjatuh dan aku sangat senang karena ini merupakan kesempatan untukku. Untuk pertama kalinya aku berbincang dengan gadis itu. Menatap matanya secara langsung dan itu adalah kau. Kau gadis yang membius hatiku.. Aku sangat ingin memilikimu. Tapi sayang,keluarga ku sudah menjodohkanku dengan gadis pilihan mereka. Aku tidak bisa menolak permintaan itu sebab ayahku sudah mulai sakit-sakitan dan dia menginginkan aku menikah dengan Hye Bin. Aku harus mengorbankan perasaan ini demi mereka yang sudah merawat diriku. Sejujurnya aku juga mencintaimu. Saranghae.. terima kasih kau sudah mencintaiku juga. Terima kasih kau memberi aku kenangan terakhir masa SMA ku ,kenangan terakhir di Seoul dan kenangan cinta pertamaku. Terima kasih Han Shin Ki ..”

Tangisku pecah dalam keheningan. Perih yang kurasakan,tentu tak akan bisa dimengerti oleh orang lain kecuali diriku sendiri. Aku dan dirinya memiliki perasaan yang sama. Tapi takdir tak mengizinkan kami bersama..

“besok aku berangkat. Jaga dirimu …”

***

Aku beranjak menuju pintu keluar. Memutuskan jalan-jalan sebentar sebab hari ini libur sekolah. Tanpa sadar,Aku berjalan ke halte kenangan itu. Tempat pertama kali aku bertemu dengannya. Setiap langkah yang kupijakkan sama hal nya dengan air mataku yang terus menetes.

Seperti biasa,halte ini selalu sepi

Disana,aku melihat sosoknya. Duduk manis sambil tersenyum. Persis seperti pertama kali aku melihat dan bertemu dengannya.

Aku berlalu dihadapannya. Berdiri di tempat biasa aku menunggu bus sekolah yang datang menjemput. Hari ini adalah hari kepergiannya.

Aku melirik dirinya,persis seperti hal yang pertama kali aku lakukan ketika melihat dirinya. Dia tersenyum padaku. Aku mengalihkan mukaku.

“Kelak,kau harus rajin belajar. Jangan murung. Masih ada Donghae dan Kyuhyun yang bisa menjagamu sekalipun aku tak bisa menjagamu nanti” ujarnya sambil tetap duduk diposisinya. Aku melirik dirinya,dia tersenyum menatap awan yang cerah

“tempat ini,kenangan termanisku. Aku menemukan cinta pertamaku disini, meski tak bisa memilikinya.” Sambungnya lagi

Tiba-tiba sebuah bus berhenti di halte kami. Kulirik dia segera bangkit dari duduknya.

“Jaga dirimu. Jangan sampai sakit. Saranghae ..”

Ujarnya sambil menggenggam tanganku kemudian berlalu menuju pintu masuk bus.

Aku melihat tanganku. Dia menyelipkan aku sebuah kalung dengan liontin Kelinci yang lucu di genggaman tanganku. Tertulis dibelakangnya,

Lee Sung Min & Han Shin Ki

Air mataku menetes. Aku segera berlari menuju bus yang pintunya sudah tertutup dan mulai berlalu meninggalkan halte. Aku mengejarnya

“Oppaaa !!! Oppaaa !!!!”

Dia melihat kearahku dan mengeluarkan kepalanya ke jendela

Aku segera mengeluarkan sesuatu dari dalam saku jaketku. Aku segera mengangkat tanganku sambil berlari. Dia mengulurkan tangannya dari dalam jendela bus,menyambut benda yang akan kuberikan.

“itu jimat untukmu. Semoga kau sukses,aku akan selalu mendoakanmu. Kumohon jangan lupakan aku !! Oppa Saranghae . Aku mencintaimu !!!” ujarku berteriak sambil menangis. Lututku sudah melemas dan aku terjatuh di aspal.

Kulihat dia tersenyum sambil melambaikan gantungan kunci kelinci milikku. Gantungan kunci yang dulu dia temukannya. Gantungan kunci yang membuat kami untuk pertama kalinya berbincang.

“Shin Ki,terimakasih. Akan kujaga baik-baik. Jaga dirimu, aku juga mencintaimu !!” dia berteriak. Kulihat air matanya juga ikut mengembang.

Dia berlari ke belakang bus,menuliskan sesuatu di kacanya sambil tersenyum manis seperti senyuman yang pertama kali kulihat dulu.

“Annyeong.. saranghae ..”

Begitulah tulisannya …

***

Bunga-bunga masih mekar dengan indahnya. Seolah juga turut memberikan kenangan indah terakhir padanya yang telah meninggalkan tempat kenangan kami ini. Musim semi kali ini aku mendapatkan banyak kenangan,banyak pelajaran.

Pelajaran tentang cinta yang tak selamanya harus memiliki dan sikap harus merelakan juga mengikhlaskan.

Kenangan tentang cinta pertamaku yang selalu tersimpan dihatiku.

Lee Sung Min ,

Bersama hembusan angin hangat , cerahnya langit yang biru dan mekarnya Bunga-bunga musim semi ,aku mengikhlaskan hati ku

Ditempat pertama kali kita bertemu dan tempat terakhir kita bertemu ini lah,aku belajar dewasa dari sosok dirimu.

Biarkan aku menyimpan terus kenangan cinta pertama ini

Di dalam lubuk hatiku ..

Di tempat kenangan kita ini ..

Posted in Uncategorized | 1 Comment

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Posted in Uncategorized | 1 Comment